Sabtu, 14 Januari 2012

Gastrointestinal

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saluran pencernaan merupakan saluran yang sangat berperan dalam kehidupan kita dan merupakan salah satu saluran penyokong kehidupan. Dari sinilah tempat masuknya sebagian besar zat asing bahkan yang pathogen bagi tubuh kita. Dengan fungsi fisiologis, struktur anatomis maupun proses biokimia yang sangat kompleks, saluran pencernaan ini akan terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan tubuh kita.Sistem pencernaan berurusan dengan penerimaan makanan dan memperciapkan untuk diasimilasi oleh tubuh.
Gastrointestinal berasal dari kata gastro=lambung dan intestinal=usus yang berarti sesuatu yang berkenaan dengan lambung dan usus. Dalam artian yang lebih luas bahwa Saluran Gastrointestinal itu sendiri meliputi semua lini yang terlibat dengan saluran pencernaan, semenjak makanan memasuki tubuh, diproses hingga sisanya dikeluarkan kembali.Selama dalam proses pencernaan,makanan dihancurkan menjadi zat-zat sederhana yang dapat diresap dan digunakan oleh sel jaringan tubuh.Berbagai perubahan sifat makanan terjadi karena kerja berbagai enzim yang terkandung dalam berbagai cairan pencerna.Setiap jenis zat ini mempunyai tugas khusus menyaring dan berkerja atas satu jenis makanan dan tidak mempunyai pengaruh terhadap jenis lainnya.
Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Gastroinstestinal
Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestinal (mulai dari mulut sampai anus) adalah sistem organ dalam manusia yang berfungsi untuk menerima makanan, mencernanya menjadi zat-zat gizi dan energi, menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah serta membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna atau merupakan sisa proses tersebut dari tubuh.
2.2 Saluran Pencernaan
Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus.










2.2.1 Mulut, Tenggorokan & Kerongkongan
Mulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan. Bagian dalam dari mulut dilapisi oleh selaput lendir. Pengecapan dirasakan oleh organ perasa yang terdapat di permukaan lidah. Pengecapan relatif sederhana, terdiri dari manis, asam, asin dan pahit. Penciuman dirasakan oleh saraf olfaktorius di hidung dan lebih rumit, terdiri dari berbagai macam bau.
Makanan dipotong-potong oleh gigi depan (incisivus) dan di kunyah oleh gigi belakang (molar, geraham), menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicerna. Ludah dari kelenjar ludah akan membungkus bagian-bagian dari makanan tersebut dengan enzim-enzim pencernaan dan mulai mencernanya. Ludah juga mengandung antibodi dan enzim (misalnya lisozim), yang memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung. Proses menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara otomatis.

Gbr: Anatomi Mulut
Menelan merupakan mekanisme yang kompleks,pada umumnya dapat di bagi 3 tahap,yaitu :
1.    Tahap volunter ; makanan secara sadar ditekan dan digulung kearah posterior kedalam faring oleh  tekanan lidah ke atas dan ke belakang terhadap palatum
2.    Tahap faringeal ; sewaktu bolus makanan memasuki bagian posterior mulut dan faring, bolus merangsang daerah epitel reseptor menelan di sekeliling pintu faring,khususnya pada tiang-tiang tonsil dan sinyal-sinyal dari sini berjalan ke batang otak untuk mencetuskan serangkaian kontraksi otot faringeal secara otomatis
3.    Tahap esofageal ; esophagus berfungsi untuk menyalurkan makanan secara cepat dari faring ke lambung dan gerakannya diatur secara khusus.Dua gerakan peristaltik lanjutan esophagus : primer ; peristaltik lanjutan dari faring ,sekunder ; dihasilkan dari peregangan esophagus oleh makanan yang tertahan.
Tenggorokan adalah suatu rongga peralihan antara rongga mulut dan system pernafasan.dilapisi epitel berlapis gepeng tidak berkaratin yang berlanjut ke esofagus dan di lapisi oleh epitel bertingkat slindris bersilia dan sel goblet di daerah dekat rongga hidung.
Kerongkongan ( esofagus) merupakan saluran berotot yang berfungsi meneruskan makanan dari mulut ke lambung.dalam submukosa terdapat kelompok yang mensekresikan mukus yaitu kelenjar esofagus dan di dalam lamina propria pada daerah dekat lambung terdapat kelompok kelenjar yaitu kelenjar kardisk esofagus.
2.2.2 Lambung
Lambung merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kandang keledai, terdiri dari 3 bagian yaitu kardia, fundus dan antrum. Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkonan melalui otot berbentuk cincin (sfinter), yang bisa membuka dan menutup. Dalam keadaan normal, sfinter menghalangi masuknya kembali isi lambung ke dalam kerongkongan.
Lambung berfungsi sebagai gudang makanan, yang berkontraksi secara ritmik untuk mencampur makanan dengan enzim-enzim. Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3 zat penting :
  • lendir
  • asam klorida (HCl)
  • prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein)
Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung. Setiap kelainan pada lapisan lendir ini, bisa menyebabkan kerusakan yang mengarah kepada terbentuknya tukak lambung.
Asam klorida menciptakan suasana yang sangat asam, yang diperlukan oleh pepsin guna memecah protein. Keasaman lambung yang tinggi juga berperan sebagai penghalang terhadap infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri.

Gbr: Anatomi Lambung
Terdapat 3 fungsi motorik dari lambung
1.    Penyimpanan sejumlah besar makanan sampai makanan dapat di proses di dalam lambung,duodenum dan traktus intestinal
2.    Pencampuran makanan dengan sekresi dari lambung sampai membentuk suatu campuran setengah cair yang disebut kimus
3.    Pengosongan kimus dengan lambat dari lambung ke dalam usus halus pada kecepatan yang sesuai untuk pencernaan dan absorpsi yang tepat oleh usus halus
2.2.3 Usus Halus
Terdiri dari 3 segmen, yaitu duodenum, yeyunum dan ileum.Permukaan usus halus memeperlihatkan lipatan-lipatan permanen yaitu plika sirkularis (katub kerckring) yang terdiri atas mukosa dan submukosa dengan bentuk semilunar,sirkular atau spiral.
Duodenum adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan menghubungkan ke jejunum.Bagian duodenum merupakan bagian terpendek dari usus halus.Duodenum merupakan organ retroperitoneal,yang tidak terbungkus seluruhnya oleh selaput peritoneum.pH duodenum yang normal sekitar pada derajat sembilan.pada duodenum terdapat dua muara saluran yaitu pankreas dan kantung empedu.
Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan bagian pertama dari usus halus. Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa di cerna oleh usus halus. Jika penuh, duodenum akan megirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan.
Jejunum (usus kosong) adalah bagian kedua dari usus halus,diantara usus duodenum dan ileum.Pada manusia dewasa panjang seluruh usus halus antara 2-8 meter,1-2 meter adalah bagian usus kosong.Permukaan dalam usus kosong berupa membran mukus dan terdapat jonjot usus (vili).
Usus penyerapan (ileum) adalah bagian terakhir dari usus halus.Pada system pencernaan manusia,ini memiliki panjang sekitar 2-4 m da terletak setelah duodenum dan jejunum dan dilanjutkan oleh usus buntu.ileum memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan berfungsi menyerap vitamin B12 dan garam-garam empedu.
Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta. Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencerna protein, gula dan lemak.

Gbr: Antomi Usus tablet
2.2.4 Usus Besar
Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses,pembentukkan massa tinja dan produksi mukus.
Usus besar terdiri dari :
  • Kolon asendens (kanan)
  • Kolon transversum
  • Kolon desendens (kiri)
  • Kolon sigmoid (berhubungan dengan rektum)
Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi.
Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting, seperti vitamin K. Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus. Beberapa penyakit serta antibiotik bisa menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri didalam usus besar. Akibatnya terjadi iritasi yang bisa menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air, dan terjadilah diare.

Gbr: Anatomi Usus Besar
2.2.5 Rektum & Anus
Rektum adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir di anus. Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon desendens. Jika kolon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rektum, maka timbul keinginan untuk buang air besar (BAB). Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini, tetapi bayi dan anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot yang penting untuk menunda BAB.
Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah keluar dari tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lannya dari usus. Suatu cincin berotot (sfingter ani) menjaga agar anus tetap tertutup.

Gbr: Anatomi Rektum & Anus
2.3 Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.
2.3.1 Pankreas
Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama yaitu menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari).

Pankraes merupakan suatu organ yang terdiri dari 2 jaringan dasar :
  • Asini, menghasilkan enzim-enzim pencernaan
  • Pulau pankreas, menghasilkan hormon
Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan hormon ke dalam darah. Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan mencerna protein, karbohidrat dan lemak. Enzim proteolitik memecah protein ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh dan dilepaskan dalam bentuk inaktif. Enzim ini hanya akan aktif jika telah mencapai saluran pencernaan. Pankreas juga melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat, yang berfungsi melindungi duodenum dengan cara menetralkan asam lambung.
2.3.2 Hati
Hati merupakan sebuah organ yang besar dan memiliki berbagai fungsi, beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan.
Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang kaya akan pembuluh darah yang kecil-kecil (kapiler). Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam vena yang bergabung dengan vena yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai vena porta. Vena porta terbagi menjadi pembuluh-pembuluh kecil di dalam hati, dimana darah yang masuk diolah.
Hati melakukan proses tersebut dengan kecepatan tinggi, setelah darah diperkaya dengan zat-zat gizi, darah dialirkan ke dalam sirkulasi umum.
2.2.3 Kandung Empedu & Saluran Empedu
Kandung empedu (Bahasa Inggris: gallbladder) adalah organ berbentuk buah pir yang dapat menyimpan sekitar 50 ml empedu yang dibutuhkan tubuh untuk proses pencernaan. Pada manusia, panjang kandung empedu adalah sekitar 7-10 cm dan berwarna hijau gelap – bukan karena warna jaringannya, melainkan karena warna cairan empedu yang dikandungnya. Organ ini terhubungkan dengan hati dan usus dua belas jari melalui saluran empedu.

Empedu memiliki 2 fungsi penting :
  • membantu pencernaan dan penyerapan lemak
  • berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama haemoglobin (Hb) yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Saluran pencernaan merupakan saluran yang sangat berperan dalam kehidupan  dan merupakan salah satu saluran penyokong kehidupan. Sistem gastroinstestinal adalah sistem organ dalam manusia yang berfungsi untuk menerima makanan, mencernanya menjadi zat-zat gizi dan energi, menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah serta membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna atau merupakan sisa proses tersebut dari tubuh yang dimulai dari mulut sampai anus.
Selama dalam proses pencernaan,makanan dihancurkan menjadi zat-zat sederhana yang dapat diresap dan digunakan oleh sel jaringan tubuh.Dimana saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus dan sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.









DAFTAR PUSTAKA

Pearce c,evelyn, anatomi dan fisiologi untuk paramedis,2008,PT Gramedia; Jakarta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar